Pages

Percepat Pembangunan, Bukapalipatar Gagas Daerah Metropolis

Enam daerah di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) bagian utara/tengah menggagas sebuah daerah metropolis untuk mempercepat pembangunan kabupaten/kota di wilayah tersebut. Enam daerah itu adalah Bukittinggi, Agam, Padang Panjang, Payakumbuh, Limapuluh Kota, dan Tanah Datar yang diakronimkan menjadi Bukapalipatar.

Hal itu dibahas pada pertemuan enam pemerintah kabupaten/kota dengan Pemprov Sumbar di Gubernuran Sumbar, Senin (10/7). Pertemuan itu dihadiri Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno; Bupati Agam, Indra Catri, Wali Kota Payakumbuh, Riza Palepi; Wakil Wali Kota Padang Panjang, Mawardi; dan Bappeda dari Pemkab Limapuluh Kota, Pemkab Tanah Datar, dan Bukittinggi.

Kepada wartawan, Irwan mengutarakan, ada gagasan untuk membuat suatu daerah metropolis di wilayah Sumbar bagian utara/tengah secara bersama dengan enam kabupaten/kota di wilayah tersebut. Dari enam daerah itu, yang baru dikatakan maju adalah Bukittinggi, Payakumbuh, dan Padang Panjang yang merupakan kota. Agar tiga kabupaten itu bisa terbawa maju dan enam kabupaten/kota tersebut bisa berkembang, dibuatlah suatu daerah metropolis.

“Bukittinggi, Padang Panjang, dan Payakumbuh tidak bisa lagi berkembang karena wilayahnya terbatas, sementara tiga kota itu butuh berkembang. Dengan suatu daerah metropolis, kekurangan yang ada di kota bisa dipenuhi kabupaten. Kabupaten mem-back up kota itu. Jadi, wilayahnya tetap wilayah Agam, Limapuluh Kota, Tanah Datar, tapi lahannya dikerjasamakan untuk kepentingan Bukittinggi, Payakumbuh, dan Tanah Datar. Yang dikerjasamakan itu semua bidang, baik infrastruktur jalan, jembatan, irigasi, ekonomi, pertanian, dan lain-lain,” ujarnya.

Dana yang akan digunakan untuk membiayai daerah metropolis itu, kata Irwan, bisa saja dana APBD provinsi, APBD kabupaten/kota, maupun APBN. Dana apa yang akan membiayainya akan ditentukan berdasarkan konsep yang dirancang.

“Semoga di APBD Perubahan sudah kita mulai rancangannya, desainnya seperti apa. Yang penting konsepnya dulu, konsepnya seperti apa. Wilayah mana yang dibangun, jalannya di mana, tembus ke mana, infrastruktur apa, dan lain-lain. Baru nanti kita bisa bicara dana,” ucap Irwan.

Pada pertemuan kali itu, kata Irwan, yang baru disetujui oleh enam kabupaten/kota tersebut adalah gagasan dan pembentukan sekretaris bersama (sekber) panitia yang akan membuat konsep desain daerah metropolis itu. Rapat tersebut akan dilanjutkan pada Senin (17/7) bersama para perantau yang ikut menggagas ide daerah metropolis itu.

Pada pertemuan itu terungkap bahwa ide daerah metropolis itu akan dituangkan ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah provinsi dan kabupaten/kota Bukapalipatar yang saat ini sedang direvisi atau akan direvisi.

Berita: Harian Haluan